Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Agustus 2011

Lima Pesepakbola Ternama Penderita Asma

Kekuatan pemain sepakbola selain kaki sebagai komponen utama, sempurnanya organ dalam  tubuh juga  menjadi  penunjang  utama. jantung  dan  pernafasan adalah diantaranya. Namun  siapa  sangka beberapa  pesepakbola  tersohor justru mengalami  masalah  dengan pernafasannya atau menderita Asma. Berikut bintang sepakbola yang menderita asma.

1. Paul Scholes (Manchester United/Inggris)
Gelandang yang baru saja memutuskan gantung sepatu bersama  klubnya  Manchester United dan timnas Inggris  didiagnosis  menderita asma pada usia 21 tahun. Penyempitan saluran pernafasan  tersebut sempat  mengancam  karier profesionalnya.  Terutama  setelah  ada larangan  dari  FIFA penggunaan salbutamol,  sejenis  obat  dalam inhaler (obat hirup) bagi pemain sepakbola. Beruntung FIFA  melunak  dan  memperbolehkan penggunaan inhaler, sehingga  karier  si blonde terus berlanjut hingga usia 36.



2. David Beckham (LA Galaxy/Inggris)
Pemain seangkatan Scholes semasa di akademi sepakbola  Manchester United  ini juga menderita asma. Meski sempat disembunyikan  dari pemberitaan, asma yang diderita suami Victoria Beckham ini akhirnya  terkuak. Tepatnya saat final Piala MLS (Liga Sepak Bola  AS) melawan Real Salt Lake pada 2009, ketika secara tidak sengaja ada yang  melihat Becks menghirup inhaler. Juru bicara  Becks,  SimonOliveira  tidak membatah apa yang diderita mantan  kapten  timnas Inggris tersebut.



3. Robbie Fowler (Mantan pemain Liverpool/Inggris)
Bagi  publik  sepakbola  Liverpool, Robbie  Fowler  adalah  salah seorang legenda. Kecepatan dan naluri membunuhnya di dalam  kotak penalti  membuktikan dia  seorang striker  andal.  Hingga  tidak sedikit  gelar  yang telah diberikannya bagi  The  Reds.  Seperti halnya  Scholes dan Beckham, Fowler juga memiliki masalah  dengan asma. Hanya saja, terapi dan latihan khusus dari dokter pribadinya  membatu  Fowler bisa tampil layaknya  pemain  tanpa  masalah serius dalam kesehatannya.



4. Frank Lampard (Chelsea/Inggris)
Yang  tak  kalah mengagetkan adalah asma  yang  diderita,  kapten Chelsea, Frank Lampard. Penampilan yang energik dan stamina prima telah  menutupi kelainan saluran pernafasannya.  Bahkan  sebagian besar  dari  pemain  Chelsea pun sempat tak  perncaya  jika  sang kapten menderita asma.



5. Max Timisela (Persib/Indonesia)
Lompat  dari Inggris, ternyata Indonesia juga  memiliki   bintang sepakbola yang menderita asma akut. Max Timisela, pemain  Persib dan Timnas Indonesia di era 70-an ini juga menderita  penyempitan saluran pernafasan. Teknik tingginya yang bisa bermain di beberapa posisi ini membuat kekuarangannya bisa ditutupi. Hanya kejadian memilukan harus dialami saat timnas Indonesia akan bermain  di Sydney melawan timnas Australia. Ketika akan memasuki  lapangan, tiba-tiba turun hujan, hingga Max kembali lagi ke bangku cadangan digantikan pemain lainnya lantaran asmanya kambuh.(**)



Max Timisela 

Source: 

Selasa, 09 Agustus 2011

Timnas Indonesia di Piala Dunia 1983


Diakui atau tidak, Indonesia adalah negara Asia pertama yang berlaga di ajang Piala Dunia, tepatnya Piala Dunia 1938 di Prancis.

Meski saat itu belum merdeka, Indonesia mengusung nama Nederlandsche Indiesche atau Netherland East Indies atau Hindia Belanda.

Panasnya keadaan di Eropa dan sulitnya transportasi ke Prancis secara tak langsung memberikan keuntungan. Jepang menolak hadir dan memberikan kesempatan bagi Hindia Belanda untuk tampil mewakili zona Asia di kualifikasi grup 12. Lalu Amerika Serikat yang jadi lawan berikutnya menyerah tanpa bertanding.

Jadilah anak-anak Melayu ini melenggang ke Prancis.

Pengiriman kesebelasan Hindia Belanda bukannya tanpa hambatan. NIVU (Nederlandsche Indische Voetbal Unie) atau organisasi sepak bola Belanda di Jakarta bersitegang dengan PSSI yang telah berdiri April 1930. PSSI yang diketuai Soeratin Sosrosoegondo, insinyur lulusan Jerman yang lama tinggal di Eropa, ingin pemain mereka yang dikirimkan.

Namun, akhirnya kesebelasan dikirimkan tanpa mengikutsertakan pemain PSSI dan menggunakan bendera NIVU yang diakui FIFA.

Ditangani pelatih Johannes Mastenbroek, pemain kesebelasan Hindia Belanda adalah mereka yang bekerja di perusahaan-perusahaan Belanda.

Tercatat nama Bing Mo Heng (kiper), Herman Zommers, Franz Meeng, Isaac Pattiwael, Frans Pede Hukom, Hans Taihattu, Pan Hong Tjien, Jack Sammuels, Suwarte Soedermandji, Anwar Sutan, dan kiri luar Nawir yang juga bertindak sebagai kapten.

Pada babak penyisihan, Hindia Belanda langsung menghadapi tim tangguh, Hungaria, yang kemudian meraih posisi runner-up.

Tak banyak informasi yang didapatkan mengenai pertandingan di Stadion Velodrome Municipale, Reims, 5 Juni 1938, tersebut. Pada pertandingan yang disaksikan 9.000 penonton itu, Hindia Belanda tak mampu berbuat banyak dan terpaksa pulang lebih cepat setelah digilas 6-0.

Meski belum menggunakan bendera Merah-Putih, inilah satu-satunya penampilan tim Melayu di Piala Dunia, hingga sekarang.[zonamaya.info]

Jumat, 05 Agustus 2011

Inilah Gol Terakhir Batistuta


Batistuta, kabarnya ingin menjadi direktur klub

Masa kejayaan Gabriel Batistuta memang di Fiorentina,namun masa "emasnya" ketika memperkuat AS Roma. Di klub Kota Roma inilah Batigol merasakan juara sejati Seri A. Scudeto tahun 2000.

Setelah masa emasnya berakhir, sempat berbaju Nerazzuri Intermilan. Namun tak lama, sang maestro pindah ke Qatar. Qatar memang seolah menjadi titik nadir bagi para pesepak bola veteran.

Dan inilah gol terakhir yang dibuat Bati dalam ajang kompetisi resmi. Gol ini ditorehkan bersama klub Al-Arabi Qatar tahun 2004. Setelah itu Batistuta kembali ke negeri asalnya, Argentina. Kabarnya si Rambut Gondrong ini bermain Polo sembari berbisnis menghabiskan sisa usianya. Viva Bati!


Source: 

Selasa, 19 Juli 2011

Kiper Cetak Gol Spektakuler Dari Jarak 80 Yards


San Jose Earthquakes goalkeeper David Bingham, unbelivable goal, surely will never forget the match against West Bromwich Albion. In his debut match, he scored from his own penalty box. He had scored from a distance of 80 yards (about 73.1 meters).

Unique events that occurred when West Brom who are on a tour of the United States tested the Earthquakes on Tuesday (07/12/2011). New game was three minutes, the whole Buck Shaw Stadium was cheering.

Initially, there is nothing special when Bingham was able to secure a breakthrough from the pursuit of bait forward the Baggies. The 21-year goalkeeper and then hold the ball for a moment while waiting for his colleagues to come forward.

Bingham put the ball again and intend to give much feedback to the forward hull. The ball is not completely out of the box was kicked loud.

Bingham kick seemed too tight and not overtaken by his peers. But, unexpectedly, also kick the ball to deceive the goalkeeper Boaz Myhill who oversee West Brom. The ball bounced off the ground once before being lodged in the goal.

Myhill seems to glare because the sun was in his favor. He was standing too far forward and could not guess the ball's speed.

After a unique goal, the players gathered around Bingham direct Earthquakes. Bingham himself just smiled shyly and seemed still did not expect to score from a distance of 90 yards (about 82.3 meters).

Earthquakes match was eventually won by a score of 2-1. More Earthquakes goals scored Khari Stephenson, while West Brom replies made ​​Jerome Thomas.

Reported Yahosports, this is the third time a goalkeeper in Major League Soccer (MLS) scored as Bingham. Previously, Danny Cepero (New York Red Bulls) and Talmon Henry Hall (Houston Dynamo) had scored from a distance of 80 yards (about 73.1 meters).
Source: 

Jumat, 15 Juli 2011

Pertandingan Sepak Bola Selama 35jam,Skore Akhir 333-293


Jika agan berpikir pertandingan sepakbola 90 menit cukup lama dan menguras tenaga, kemudian bagaimana jika agan harus membayangkan duduk atau bermain permainan dalam pertandingan selama 35 jam. Permainan sepakbola terpanjang yang pernah berakhir hari ini dengan scoreline 333-293.

The All Stars akhirnya menang setelah pertandingan maraton selama 35 jam melawan Cambray FC di Cheltenham, Gloucestershire. Mereka kini telah memecahkan Guinness Book of World Record untuk pertandingan terpanjang yang pernah dimainkan dari rekor sebelumnya 33 jam.

36 pemain, yang datang dari gereja-gereja di daerah itu, telah direncanakan untuk bermain selama 40 jam, tapi hujan deras membuat lapangan tidak aman. Pertandingan yang menghasilkan £ 30.000 untuk membangun sebuah sekolah bagi anak-anak miskin di India.

Pemain The All Stars Pete Sheppard, 24, mengatakan kelelahan itulah rintangan terbesar. "Kami melakukan banyak sesi pelatihan intensif tapi mereka tidak mempersiapkan Anda untuk berapa lama suatu cobaan ini," katanya.



Sembilan puluh menit adalah waktu yang lama tetapi Anda bermain dua kali lipat sebelum anda beristirahat. Bahwa setiap orang jam terakhir benar-benar menghitung menghabiskan menit melelahkan.

Setiap tim memiliki 18 pemain, dan setiap pemain harus tetap di lapangan selama tiga jam pada suatu waktu. Setiap tiga jam ada istirahat selama lima menit untuk penggantian pemain. Dan untuk setiap jam, para pemain mendapatkan istirahat selama lima menit.



Tak satu pun dari para pemain diizinkan untuk meninggalkan daerah sekitar lapangan. Pemain Cambray Andy Champion, 37, mengatakan permainan tetap kompetitif sampai peluit akhir.

Cambray FC, dari Cambray Baptist Church, dan Cotswold All Stars, terdiri dari pemain gereja yang berbeda. Mereka semua mengumpulkan Uang untuk membantu masyarakat Dalit di India, yang dianggap orang buangan.

"Para pemain benar-benar hancur dan banyak dari mereka mengalami cedera. "Kami harus membuat keputusan untuk berhenti saat hujan besar turun dan itu menjadi terlalu berbahaya."
Source:

Kamis, 14 Juli 2011

Inilah 5 Skateboarder Terbaik di Dunia Saat Ini

Sebagai salah satu olahraga ekstrem yang memiliki hari peringatan dunia pada 21 Juni, olahraga skateboard tentu memiliki figur panutan. Figur tersebut, baik rookie maupun veteran, kini banyak disebut-sebut sebagai skateboarder terbaik di dunia. Siapa saja mereka? Simak daftar berikut ini:

1. Tony Hawk

Takkan ada yang membantah kehebatan seorang Tony Hawk. Dia disebut-sebut sebagai bapak skater dunia dan orang pertama yang bisa menuntaskan trick 900, yang semula dianggap mustahil dilakukan. Meski banyak prestasi yang ditorehnya, Hawk juga pendiri program amal bertajuk Athletes for hope.

2. Chris Cole

Cole memperoleh anugerah Street Skater tahun 2006 dari Transworld Skateboarding Magazine. Dia juga memenangkan penghargaan best street trick pada Tampa Pro Contest di tahun 2004. Dia juga menuntaskan dengan sempurna sejumlah tantangan pada X Games kategori Street skating, selain memperoleh medali emas pada kategori tersebut pada tahun 2006 dan 2007.

3. Andrew Reynolds

Pria ini juga kerap disebut skataboarder Amerika terbaik, sekaligus pemilik merek skate terkenal, Baker Skateboards. Reynolds sudah memperoleh penghargaan Skater of the Year dari Thrasher Magazine pada saat umurnya baru menginjak 20 tahun! Dia memang dikenal skill mumpuni dan lompatan yang sulit. Reynolds memperoleh medali perak pada X Games tahun 2004.

4. Bob Burnquist

Burnquist  adalah ranking pertama dalam 2008 Pro Verta Rankings yang dirilis World Cup Skateboarding.Pria Brasil ini juga memperoleh medali emas dalam kontes vert X Games tahun 2001. Dia juga disebut satu-satunya skateboard yang bisa melampui sebuah loop ramp yang memiliki pemisah di antara keduanya.

5. Eric Koston

Koston adalah pemenang medali emas X Games tahun 2003 yang telah menekuni olahraga ini sejak usia 16 tahun. Di tahun 2005, dia masuk dalam daftar Top 15 Most Loved Skaters yang dirilis Thrasher Magazine. Kini, dia juga pemilik merek produk skate ternama, Fourstar.
Source:

Jumat, 08 Juli 2011

Koleksi Foto Klasik dari Michael Jordan



Do you still remember with Michael jordan? check these out collections of vintage classic photos of Michael Jordan.... the best basketball player ever.





















Source: 

Kamis, 07 Juli 2011

PSSI Di Mata Anak Kecil

Foto : Arpan Rachman/Okezone.com 

KEVIN (11) dkk harus menyerah. Timnya kalah tipis 3-5 dari Teten (12) cs. Setelah ngos-ngosan keluar keringat, sekuat tenaga mengejar si kulit bundar ke sana ke mari.

Satu jam lamanya mereka bertanding. Wajah-wajah bercahaya. Sorot mata yang berbinar. Kevin dan Teten seperti wujud kongkrit yang menggambarkan bait-bait puisi Khalil Gibran tentang anak panah pemilik masa depan.

Sabtu (2/7/2011) sore, Sekolah Sepakbola (SSB) Sarana Indah United berlaga lawan SSB Rajawali. Pertandingan bukan digelar di stadion yang megah. Cuma di tanah kosong milik pengembang di perumahan Sarana Indah di Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Letaknya di tepi jalan, tepat di ujung kelokan tanpa aspal.

Bermain di tanah lapang yang permukaan rumputnya tidak rata, kedua kesebelasan dengan terampilnya mengolah bola. Muncul semangat bertanding yang sungguh hebat untuk saling mengalahkan. "Ayo, kejar, tendang, ah tahan itu lawan,ya oper kawanmu bolanya!" Ramai juga mereka berteriak di tengah permainan.

"Bruum, brrumm!"

Di sela serunya permainan, terdengar bunyi menderu di udara. Apa yang terbang di langit itu kendaraan ya?

Memang. Sesekali pesawat terbang yang hendak mendarat di Bandar Udara Sultan Hasanuddin lewat di atas kepala mereka. Kecamatan Biringkanaya termasuk kawasan yang berada persis di bawah rute domestik lintasan burung besi menuju ke Makassar.

Kembali ke lapangan. Saudara-saudara…

Bola masih bergulir, lalu ditendang melambung. Kaki-kaki lincah sang bakat alam bergerak lari. Gawang yang diincar gol hanya terbuat dari dua tiang bambu yang di bagian atasnya dipasang palang melintang.

Saat berebut di muka gawang, dagu penjaga gawang SSB Sarana Indah United sempat terkena hantaman kaki dari penyerang lawan. Tubuh Zul sang kiper bergulung-gulung di rumput, wajahnya meringis kesakitan.

Tapi sejurus kemudian, tangannya berkibas ke udara menyuruh kawan-kawannya menjauh, tanda bahwa dia baik-baik saja. Isyarat itu juga ditujukan buat pelatihnya, Atma (45), yang saat itu jadi wasit. Kibasan tangan sang kiper menunjukkan dia masih siap bermain, tak mau diganti oleh penjaga gawang cadangan.

Apa nama organisasi sepakbola Indonesia?

Selesai bermain, Teten yang sosok tubuhnya paling kecil sendiri, menjawab, "PSSI." Tapi dia tidak mengerti apa arti kongres. Kevin, lawan mainnya, ternyata juga tak dapat menjawab. Mereka berdua sama-sama menggelengkan kepala saat ditanya mengapa Ketua PSSI jadi posisi yang begitu diincar oleh oknum tokoh-tokoh ambisius yang membuat tubuh federasi sepakbola nasional jadi begitu semrawut kisruhnya.

"Banyak kepentingan politik yang masuk ke ranah olahraga, sehingga arena permainan yang seharusnya sportif ini jadi kotor bukan main," jawab Atma, pelatih SSB Sarana Indah United, memberi pendapat sekaligus mengambil alih jawaban.

Atma, kolektor salah satu perusahaan pembiayaan, mantan pemain yang sempat ikut seleksi PSM Makassar seangkatan Bahar Muharam dan Anzar Razak, langsung meniup peluit panjang tanda babak kedua selesai.
Source: